Google Siap Berantas Aplikasi Bajakan

KOMPAS.com — Google tampaknya mulai gerah dengan maraknya pembajakan aplikasi yang beredar di toko aplikasinya. Untuk itu, Google menyiapkan software untuk memerangi aplikasi-aplikasi bajakan tersebut.

Sering kali jika satu aplikasi menjadi populer di Play Store, maka akan muncul aplikasi-aplikasi lain yang serupa, seolah ingin mendompleng popularitas aplikasi yang sukses tersebut. Sebagai contohnya adalah aplikasi game Flappy Bird.

Situs Droid-Life melaporkan pada Jumat (4/4/2014) lalu bahwa Google sedang mematenkan metode yang bisa digunakan untuk mengenali aplikasi bajakan. Metode multilayer tersebut bekerja dengan beragam proses membandingkan kode pemrograman.

Software yang telah didaftarkan sejak Juli 2013 tersebut bisa me-rating tingkat kesamaan kode pemrograman antar-aplikasi. Jika tingkat kemiripan dinilai tinggi, maka aplikasi akan disaring lagi berdasar tanggal rilisnya.

Google kemudian akan menghapus aplikasi yang mirip dengan waktu rilis yang lebih baru karena dianggap meniru aplikasi lama yang sudah ada sebelumnya. Namun, Google memiliki cara untuk mengenali kode open-source yang memang boleh digunakan siapa saja.

Metode ini rencananya akan diterapkan ke toko aplikasi Google Play Store. Namun, belum pasti kapan Google akan mulai memberlakukannya.

Selain beredar di Play Store, aplikasi Android bajakan juga dijual di toko aplikasi non-resmi. Awal Minggu lalu pemilik situs AppBucket dan Snappzz Market dituntut lima tahun penjara karena menyebarkan aplikasi Android bajakan.

0 komentar:

Post a Comment