Followers

Total Pageviews

Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

taubatku

oleh : nashki_ikhsan

Saat-saat diriku terdiam,pikianku melayang

Kulihat alam seolah berkata padaku

Dengan bahasa bumi dia berpesan

Sadarlah wahai manusia,bahwa bumi akan binasa

Terlihat manusia-manusia yang terpana akan dunia ini

Lalai dengan keindahan patung-patung tuhan

Asik berbuat maksiat,lupa akan daratan

Aku menangis sesalkan dosaku

Seakan semesta memandangku dengan penuh amarah

aku hanya terdiam ketakutan bercampur gelisah

karena semua itu selalu menghantuiku

hatiku binggung tak tahu bagaimana

kucoba mengadu padaNya

dengan bersimpuh aku bersujud di depanNya

mengharap ampunan dan ridha dariNya

Ampunkan aku ya Tuahanku

Terimalah taubatku

Taubat yang hakiki

Taubatan nasuha

11:55 PM | 1 komentar | Read More

cinta itu buta

cinta itu buta
buta itu meraba
meraba itu dosa
dosa itu dekat ama neraka

makanya
jangan buta
jangan meraba
jangan dekat ama neraka
kalau lagi cinta




4:00 AM | 0 komentar | Read More

10 alasan mencintaimu

Aku butuh teman untuk melalui
Aku butuh kawan untuk berbagi

Aku butuh bayangan untuk mengikuti
Aku butuh mentari untuk menerangi

Aku butuh air untuk menyirami
Aku butuh pohon untuk meneduhi

Aku butuh pagi setelah gelap hari
Aku butuh tempat untuk kudiami

Aku butuh tersenyum setelah bersedih
Aku butuh hati untuk disayangi

Untuk itulah kuingin kau tetap disini
Hingga kelak kujadikan seorang istri

anggrekbiru.com
5:49 PM | 0 komentar | Read More

wanitaku



bulan dua belas menyelinap
di kamarku yang kelam dan senyap
kilau peraknya menerpa potretmu
duh! masih engkaukah yang berkelabat?
bulan dua belas tak mau tahu
kilau peraknya mengerjap dalam tatapanku
mengingatkan aku pada gelisahmu


bams
5:49 AM | 2 komentar | Read More

Sketsa pudar


legam diri meredam dendam
mengusung keranda kekasih lalu
aku dibakar jeritan malam
mengais nurani sisa moyangku

mungkin hanya manusia kelabu
ciptaan air dan api
pahami ujarku
tentang daun dan secuil roti
tentang burung menara raja
pada silsilah rambut bayang kawan

ah...
biar tangisnya kutawakan
karna lukaku adalah cintanya...
meski kemarin dipujaku
takkan terpuji kini bagiku

aku hanya paduan tanah dan surga
pemilik syair tuan gembala
sejuta tahun menangis sesal
sekajap lalu membuang bekal
kusitir langit dengan ayatnya
kumaki waktu dengan takarnya
tak jua padam api membakar
tak pun pupus sanjak berpendar

hanya dosa dan sekian lagu dikenangku
selebihnya drama kemarin disekertas coretanku
sketsa pudar bayang pecinta
bergaris bidang setakhingga kecewa


bams
5:34 AM | 0 komentar | Read More