Followers

Total Pageviews

cara Print mulai dari halaman belakang/terakhir pada Printer Cannon




Like the previous tricks that use Epson Printer,
this time we want to print from the backyard using Printer Cannon.
Read more here ......

مثل الحيل السابقة التي تستخدم طابعة إبسون،
هذه المرة نريد الطباعة من الفناء الخلفي باستخدام مدفع الطابعة.


اقرأ المزيد هنا ......

Seperti trik sebelumnya yang menggunakan Printer Epson,
kali ini kita mau ngeprint dari halaman belakan menggunakan  Printer Cannon.
Selengkapnya disini......



semoga bermanfaat.



10:50 PM | 0 komentar | Read More

Ini dia, Aplikasi Edit Foto Gratis Terbaik di Android dan iOS

Kumpulan Aplikasi Edit Foto Gratis Terbaik di Android dan iOS

Aplikasi edit foto memang selalu dilirik Semua pengguna smartphone. Salah satu alasannya adalah fitur kamera depan smartphone yang kian tinggi kualitasnya. Tak heran tren selfie dan edit foto pun naik karena imbas hal ini.
Fungsi yang dihadirkan dalam daftar ini sangat beragam, mulai dari memuluskan kulit, variasi filter dan efek, hingga meninggikan badan. Selain fungsi yang disukai wanita tersebut, pengguna dapat memiliki Gallery alternatif pada smartphone melalui rekomendasi aplikasi foto tersebut. Berikut rekomendasi aplikasi edit foto terbaik dan gratis untuk Android dan iOS.

#1 Prisma
#2 Toolwiz Photo Editor Pro
#3 Line Camera
#4 Bestie
#5 B612
#6 Fotor
#7 JepretStory
#8 Beauty Plus
#9 Snapseed
#10 Gallery Organizer
#11 QuickPic Gallery
#12 Retrica
#13 Candy Camera For Selfie
#15 Cymera
#16 Camera360 Ultimate
#17 VSCO Cam

Sebagai pengguna, kita pasti dipusingkan dengan banyaknya pilihan aplikasi edit foto yang sesuai. Namun saran terbaik saya adalah cukup mengunduh satu aplikasi foto dengan fungsi beragam, sehingga memori smartphone tidak dipenuhi percuma hanya dengan aplikasi edit foto saja.

Sumber : id.techinasia.com
8:24 PM | 0 komentar | Read More

Google Siap Berantas Aplikasi Bajakan

KOMPAS.com — Google tampaknya mulai gerah dengan maraknya pembajakan aplikasi yang beredar di toko aplikasinya. Untuk itu, Google menyiapkan software untuk memerangi aplikasi-aplikasi bajakan tersebut.

Sering kali jika satu aplikasi menjadi populer di Play Store, maka akan muncul aplikasi-aplikasi lain yang serupa, seolah ingin mendompleng popularitas aplikasi yang sukses tersebut. Sebagai contohnya adalah aplikasi game Flappy Bird.

Situs Droid-Life melaporkan pada Jumat (4/4/2014) lalu bahwa Google sedang mematenkan metode yang bisa digunakan untuk mengenali aplikasi bajakan. Metode multilayer tersebut bekerja dengan beragam proses membandingkan kode pemrograman.

Software yang telah didaftarkan sejak Juli 2013 tersebut bisa me-rating tingkat kesamaan kode pemrograman antar-aplikasi. Jika tingkat kemiripan dinilai tinggi, maka aplikasi akan disaring lagi berdasar tanggal rilisnya.

Google kemudian akan menghapus aplikasi yang mirip dengan waktu rilis yang lebih baru karena dianggap meniru aplikasi lama yang sudah ada sebelumnya. Namun, Google memiliki cara untuk mengenali kode open-source yang memang boleh digunakan siapa saja.

Metode ini rencananya akan diterapkan ke toko aplikasi Google Play Store. Namun, belum pasti kapan Google akan mulai memberlakukannya.

Selain beredar di Play Store, aplikasi Android bajakan juga dijual di toko aplikasi non-resmi. Awal Minggu lalu pemilik situs AppBucket dan Snappzz Market dituntut lima tahun penjara karena menyebarkan aplikasi Android bajakan.
9:06 PM | 0 komentar | Read More

Facebook Rilis Aplikasi Pembaca Berita

TEMPO.CO, Jakarta - Rumor yang menyebut Facebook akan membuat konten berita akhirnya terkuak. Mereka hanya ingin membuat aplikasi pembaca berita alias News Reader. Aplikasi yang diberi nama Facebook Paper ini akan masuk AppStore, Senin, 3 Februari 2014. Untuk aplikasi di Google Play, belum disebut kapan akan dirilis.

Aplikasi Facebook Paper ini disebut laiknya news reader seperti Flipboard, Google Current, dan sebagainya. Ini aplikasi pertama Facebook yang butuh campur tangan manusia. Tak hanya mengandalkan software yang menggunakan algoritma tertentu, Facebook merekrut beberapa editor, untuk mengurasi berita yang akan ditampilkan beberapa bidang berita. Di antaranya olahraga, sains, teknologi, desain, makanan dan lainnya.

Konten berita ini juga bukan Facebook yang mengisi. Mereka menggandeng surat kabar dan kantor berita besar seperti USA Today, The New York Times, Sport Illustrated, Mashable, dan lainnya. Satu perwakilan Facebook mengatakan, mereka bukan perusahaan media. Namun, mereka menghubungkan orang-orang yang mengkreasi sendiri kontennya.

"Kami ingin menghubungkan orang-orang dengan konten yang paling menarik bagi mereka. Tidak ada bayangan membuat konten asli Facebook, " tulis juru bicara Facebook, Kamis, 30 Januari 2014.

Editor yang direkrut Facebook bukan untuk menciptakan berita, tetapi hanya memilih dan memilahnya untuk pembaca. Pembaca tinggal mengkonsumsi berita pilihan dari editor atau semua berita yang ditampilkan dalam tiap bidang. Seperti yang ada dalam aplikasi News Reader lainnya.[sumber]

12:09 AM | 0 komentar | Read More

Meski Dijual, Google Tetap Pertahankan Paten Motorola

DREAMERSRADIO.COM - Belum lama mengakusisi Motorola, Google kini dikabarkan menjual unit bisnis perangkat mobile Motorola Mobility kepada Lenovo. Dalam kesepakatan tersebut, Google menyerahkan seluruh merek dagang Motorola, tetapi tetap menguasai sebagian besar paten Motorola.

Sementara itu, Dilansir dari Tecgcrunch, CEO Motorola Mobilitu, Dennis Woodside mengatakan Google akan tetap mempertahankan kepemilikan mayoritas portfolio paten Motorola Mobility.

 “Sebagai bagian dari hubungan yang berkelanjutan dengan Google, Lenovo akan menerima lisensi untuk portofolio kaya atas paten dan kekayaan intelektual lainnya. Selain itu, Lenovo akan menerima lebih dari 2.000 aset paten, serta merek Motorola Mobility dan portofolio merek dagang,” jelas Woodside.

Selain itu, Google juga masih akan memiliki divisi penelitian Motorola, Advanced Technology and Projects, mencakup Project Ara, yaitu konsep ponsel pintar rakitan, di mana komponen perangkat keras di ponsel bisa diganti.

Sementara Lenovo akan memiliki lisensi penggunaan teknologi yang dikembangkan dari situ. Maka kesepakatan tersebut masih harus melalui persetujuan sebelum bisa dilaksanakan, baik dari pemerintah AS maupun China.

Lenovo akan membayar 600 juta dollar AS dalam bentuk uang tunai, 750 juta dollar AS dalam bentuk saham biasa, dan 1,5 miliar dollar AS akan dibayarkan dalam bentuk surat utang selama tiga tahun. Reuters melaporkan, secara keseluruhan transaksi ini mencapai 2,91 miliar dollar AS.

“Akuisisi tersebut merupakan ikon merek, portofolio produk inovatif dan tim global yang sangat berbakat, akan segera membuat Lenovo menjadi pesaing global yang kuat di industri ponsel pintar,” tutur CEO Lenovo, Yan Yuanqing.

Sebelumnya, Google membeli Motorola seharga 12,5 miliar dollar AS pada 2012, yang merupakan nilai akuisisi terbesar sepanjang sejarah Google. Upaya Google membeli Motorola juga disertai dengan kepemilikan 17.000 paten dan 7.500 aplikasi paten.

Ketika Google membeli Motorola Mobility, banyak yang mempertanyakan tujuan pembelian tersebut. Ternyata jawabannya terungkap, Google sangat menginginkan paten perangkat mobile yang kaya milik Motorola.

Paten merupakan aset penting bagi Google, mengingat perusahaan ini sering mendapat gugatan hukum hak paten dari kompetitor. Google juga telah melakukan kerjasama lisensi silang hak paten dengan Samsung. [yahoo]
12:06 AM | 0 komentar | Read More