Followers

Total Pageviews

1 abad Cut nyak Dien (1850-1908 )




Mengenang kilas balik sejarah pejuangan Seorang pahlawan Nasiaonal Wanita ,seorang perempuan Aceh berhati baja yang kini sudah berusia 1 abad.

Nangroe Aceh Darussalam merupakan daerah yang banyak melahirkan pahlawan perempuan yang gigih tidak kenal kompromi melawan kaum imperialis. Cut Nyak Dien merupakan salah satu dari perempuan berhati baja yang di usianya yang lanjut masih mencabut rencong dan berusaha melawan pasukan Belanda sebelum ia akhirnya ditangkap.
Pahlawan Kemerdekaan Nasional kelahiran Lampadang, Aceh, tahun 1850, ini sampai akhir hayatnya teguh memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Wanita yang dua kali menikah ini, juga bersuamikan pria-pria pejuang. Teuku Ibrahim Lamnga, suami pertamanya dan Teuku Umar suami keduanya adalah pejuang-pejuang kemerdekaan bahkan juga Pahlawan Kemerdekaan Nasional.
Jiwa pejuang memang sudah diwarisi Cut Nyak Dien dari ayahnya yang seorang pejuang kemerdekaan yang tidak kenal kompromi dengan penjajahan. Dia yang dibesarkan dalam suasana memburuknya hubungan antara kerajaan Aceh dan Belanda semakin mempertebal jiwa patriotnya.
Ketika Lampadang, tanah kelahirannya, diduduki Belanda pada bulan Desember 1875, Cut Nyak Dien terpaksa mengungsi dan berpisah dengan ayah serta suaminya yang masih melanjutkan perjuangan. Perpisahan dengan sang suami, Teuku Ibrahim Lamnga, yang dianggap sementara itu ternyata menjadi perpisahan untuk selamanya. Cut Nyak Dien yang menikah ketika masih berusia muda, begitu cepat sudah ditinggal mati sang suami yang gugur dalam pertempuran dengan pasukan Belanda di Gle Tarum bulan Juni 1878.
Begitu menyakitkan perasaaan Cut Nyak Dien akan kematian suaminya yang semuanya bersumber dari kerakusan dan kekejaman kolonial Belanda. Hati ibu muda yang masih berusia 28 tahun itu bersumpah akan menuntut balas kematian suaminya sekaligus bersumpah hanya akan menikah dengan pria yang bersedia membantu usahanya menuntut balas tersebut. Hari-hari sepeninggal suaminya, dengan dibantu para pasukannya, dia terus melakukan perlawanan terhadap pasukan Belanda.




Dua tahun setelah kematian suami pertamanya atau tepatnya pada tahun 1880, Cut Nyak Dien menikah lagi dengan Teuku Umar, kemenakan ayahnya. Sumpahnya yang hanya akan menikah dengan pria yang bersedia membantu menuntut balas kematian suami pertamanya benar-benar ditepati. Teuku Umar adalah seorang pejuang kemerdekaan yang terkenal banyak mendatangkan kerugian bagi pihak Belanda. Teuku Umar telah dinobatkan oleh negara sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.
Sekilas mengenai Teuku Umar. Teuku Umar terkenal sebagai seorang pejuang yang banyak taktik. Pada tahun 1893, pernah berpura-pura melakukan kerja sama dengan Belanda hanya untuk memperoleh senjata dan perlengkapan perang. Setelah tiga tahun berpura-pura bekerja sama, Teuku Umar malah berbalik memerangi Belanda. Tapi dalam satu pertempuran di Meulaboh pada tanggal 11 Pebruari 1899, Teuku Umar gugur.
Cut Nyak Dien kembali sendiri lagi. Tapi walaupun tanpa dukungan dari seorang suami, perjuangannya tidak pernah surut, dia terus melanjutkan perjuangan di daerah pedalaman Meulaboh. Dia seorang pejuang yang pantang menyerah atau tunduk pada penjajah. Tidak mengenal kata kompromi bahkan walau dengan istilah berdamai sekalipun.

Perlawanannya yang dilakukan secara bergerilya itu dirasakan Belanda sangat mengganggu bahkan membahayakan pendudukan mereka di tanah Aceh, sehingga pasukan Belanda selalu berusaha menangkapnya tapi sekalipun tidak pernah berhasil.
Tapi seiring dengan bertambahnya usia, Cut Nyak Dien pun semakin tua. Penglihatannya mulai rabun dan berbagai penyakit orang tua seperti encok pun mulai menyerang. Di samping itu jumlah pasukannya pun semakin berkurang, ditambah lagi situasi yang semakin sulit memperoleh makanan.
Melihat keadaan yang demikian, anak buah Cut Nyak Dien merasa kasihan kepadanya walaupun sebenarnya semangatnya masih tetap menggelora. Atas dasar kasihan itu, seorang panglima perang dan kepercayaannya yang bernama Pang Laot, tanpa sepengetahuannya berinisiatif menghubungi pihak Belanda, dengan maksud agar Cut Nyak Dien bisa menjalani hari tua dengan sedikit tenteram walaupun dalam pengawasan Belanda. Dan pasukan Belanda pun menangkapnya.
Begitu teguhnya pendirian Cut Nyak Dien sehingga ketika sudah terkepung dan hendak ditangkap pun dia masih sempat mencabut rencong dan berusaha melawan pasukan Belanda. Pasukan Belanda yang begitu banyak akhirnya berhasil menangkap tangannya. Dia lalu ditawan dan dibawa ke Banda Aceh.
Tapi walaupun di dalam tawanan, dia masih terus melakukan kontak atau hubungan dengan para pejuang yang belum tunduk. Tindakannya itu kembali membuat pihak Belanda berang sehingga dia pun akhirnya dibuang ke Sumedang, Jawa Barat. Di tempat pembuangan itulah akhirnya dia meninggal dunia pada tanggal 6 Nopember 1908, dan dimakamkan di sana.
Perjuangan dan pengorbanan yang tidak mengenal lelah didorong karena kecintaan pada bangsanya menjadi contoh dan teladan bagi generasi berikutnya. Atas perjuangan dan pengorbanannya yang begitu besar kepada negara, Cut Nyak Dien dinobatkan menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Penobatan tersebut dikuatkan dengan SK Presiden RI No.106 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964.

sumber : TokohIndonesia.Com
6:47 PM | 0 komentar | Read More

si gagap jualan buku

Ada seorang Pengusaha yang baru memulai usaha baru untuk memasarkan Buku Cerita / Novel, karena dia butuh karyawan dia membuka lowongan kerja buat dijadikan seorang sales, dan ada seseorang yang berbicaranya gagap..

Gagap : "Sese.. la..mat paagi.. Pak...!!!"
Pengusaha : "Selamat pagi..."
Gagap : "Saa ya.. lii.. hat di sii..ni bu..tuh karr..yaa..wann.. Pak??"

Pengusaha : "Iya, saya butuh karyawan yang pandai dan bisa membuat laku buku-buku saya."
Gagap : "Saa..ya bii..sa Pak..!"
Pengusaha : "Bisa apa?? kamu ngomong saja susah.. bagaimana mau menjadi sales?? Sedangkan sales itu harus pintar berbicara dan harus lancar...?"
Gagap : "Baa..pak booleh coo..baa duulu saa..ya pas..ti bisa!!"
Pengusaha : "Baik coba kamu jual 5 buku ini.. 1 jam kemudian kamu kembali."
Gagap : "Baa..ikk Pak!!"

Setelah 1 jam Gagap kembali keperusahaan tersebut dan menyetor semua hasil penjualannya,

Gagap : "Ini Pak Haa..sill..nya."
Pengusaha : "Wahh hebat... Bagaimana kamu bisa menjualnya??"
Gagap : "Gaam..pang Pak!! Saa..ya Menna..warkan tee.russ kaa..lau dito..lak, saa..yaa bii..lang... Maau Beeli aatau.. Saaya Baacain Buukunya Saampai Haabiss.....???"


8:21 PM | 2 komentar | Read More

Lensa kontak menyebabkan kebutaan??



Salah satu solusi mudah bagi mereka yang mempunyai gangguan penglihatan adalah dengan memakai lensa kontak. Bahkan, kini ada beberapa jenis lensa kontak yang menggunakan aneka macam pewarnaan sehingga bisa makin mempercantik penampilan mata. Tapi ternyata, jika kurang hati-hati serta tak rajin membersihkan, risiko kebutaan bisa diterima para pengguna lensa kontak.

Kesimpulan tersebut didapat berdasarkanpenelitian yang dilakukan oleh Universitas La Laguna. Mereka menemukan bahwa para pengguna lensa kontak yang mengabaikan faktor kebersihan pada lensa kontaknya dapat menyebabkan lensa kontak jadi sarang bagi protozoa acanthamoeba. Dan, protozoa jenis inilah yang dapat menyebabkan kebutaan.

Acanthamoeba tidak dapat dimusnahkan dengan membersihkan lensa kontak normal. Spesies ini umumnya ditemukan di tanah, air, maupun di wilayah yang lembab. Acanthamoeba dapat menyebabkan infeksi pada manusia yang disebut dengan amoebic keratitis yang dapat menyerang mata manusia.

Dalam penelitian terungkap bahwa sekitar 85 persen, amoebic keratitis menyerang pada mata pengguna lensa kontak. Pengguna lensa kontak yang rentan terkena bakteri Acanthamoeba seperti pengguna lensa kontak yang tidak melepas lensa pada saat berenang di air yang mengandung chlorinated. Pengguna juga bisa terkena Acanthamoeba jika dalam proses pembersihan lensa kontak dengan cara merendam di air.

Bagi pengguna lensa kontak, perhatikan cara penggunaan, kebersihan, dan pencucian lensa kontak agar terhindar dari Acanthamoeba yang dapat merusak mata. Bagaimana dengan Anda?
http://www.andriewongso.com
5:11 PM | 3 komentar | Read More

Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat

“Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!” (HR. Tirmidzi)
Berbahagialah hamba-hamba Allah yang senantiasa bercermin dari kematian. Tak ubahnya seperti guru yang baik, kematian memberikan banyak pelajaran, membingkai makna hidup, bahkan mengawasi alur kehidupan agar tak lari menyimpang.
Nilai-nilai pelajaran yang ingin diungkapkan guru kematian begitu banyak, menarik, bahkan menenteramkan. Di antaranya adalah apa yang mungkin sering kita rasakan dan lakukan.

Kematian mengingatkan bahwa waktu sangat berharga

Tak ada sesuatu pun buat seorang mukmin yang mampu mengingatkan betapa berharganya nilai waktu selain kematian. Tak seorang pun tahu berapa lama lagi jatah waktu pentasnya di dunia ini akan berakhir. Sebagaimana tak seorang pun tahu di mana kematian akan menjemputnya.
Ketika seorang manusia melalaikan nilai waktu pada hakekatnya ia sedang menggiring dirinya kepada jurang kebinasaan. Karena tak ada satu detik pun waktu terlewat melainkan ajal kian mendekat. Allah swt mengingatkan itu dalam surah Al-Anbiya ayat 1, “Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).”
Ketika jatah waktu terhamburkan sia-sia, dan ajal sudah di depan mata. Tiba-tiba, lisan tergerak untuk mengatakan, “Ya Allah, mundurkan ajalku sedetik saja. Akan kugunakan itu untuk bertaubat dan mengejar ketinggalan.” Tapi sayang, permohonan tinggallah permohonan. Dan, kematian akan tetap datang tanpa ada perundingan.
Allah swt berfirman dalam surah Ibrahim ayat 44, “Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: ‘Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul….”

Kematian mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa

Kalau kehidupan dunia bisa diumpamakan dengan pentas sandiwara, maka kematian adalah akhir segala peran. Apa pun dan siapa pun peran yang telah dimainkan, ketika sutradara mengatakan ‘habis’, usai sudah permainan. Semua kembali kepada peran yang sebenarnya.
Lalu, masih kurang patutkah kita dikatakan orang gila ketika bersikeras akan tetap selamanya menjadi tokoh yang kita perankan. Hingga kapan pun. Padahal, sandiwara sudah berakhir.
Sebagus-bagusnya peran yang kita mainkan, tak akan pernah melekat selamanya. Silakan kita bangga ketika dapat peran sebagai orang kaya. Silakan kita menangis ketika berperan sebagai orang miskin yang menderita. Tapi, bangga dan menangis itu bukan untuk selamanya. Semuanya akan berakhir. Dan, peran-peran itu akan dikembalikan kepada sang sutradara untuk dimasukkan kedalam laci-laci peran.
Teramat naif kalau ada manusia yang berbangga dan yakin bahwa dia akan menjadi orang yang kaya dan berkuasa selamanya. Pun begitu, teramat naif kalau ada manusia yang merasa akan terus menderita selamanya. Semua berawal, dan juga akan berakhir. Dan akhir itu semua adalah kematian.

Kematian mengingatkan bahwa kita tak memiliki apa-apa

Fikih Islam menggariskan kita bahwa tak ada satu benda pun yang boleh ikut masuk ke liang lahat kecuali kain kafan. Siapa pun dia. Kaya atau miskin. Penguasa atau rakyat jelata Semuanya akan masuk lubang kubur bersama bungkusan kain kafan. Cuma kain kafan itu.
Itu pun masih bagus. Karena, kita terlahir dengan tidak membawa apa-apa. Cuma tubuh kecil yang telanjang.
Lalu, masih layakkah kita mengatasnamakan kesuksesan diri ketika kita meraih keberhasilan. Masih patutkah kita membangga-banggakan harta dengan sebutan kepemilikan. Kita datang dengan tidak membawa apa-apa dan pergi pun bersama sesuatu yang tak berharga.
Ternyata, semua hanya peran. Dan pemilik sebenarnya hanya Allah. Ketika peran usai, kepemilikan pun kembali kepada Allah. Lalu, dengan keadaan seperti itu, masihkah kita menyangkal bahwa kita bukan apa-apa. Dan, bukan siapa-siapa. Kecuali, hanya hamba Allah. Setelah itu, kehidupan pun berlalu melupakan peran yang pernah kita mainkan.

Kematian mengingatkan bahwa hidup sementara

Kejayaan dan kesuksesan kadang menghanyutkan anak manusia kepada sebuah khayalan bahwa ia akan hidup selamanya. Hingga kapan pun. Seolah ia ingin menyatakan kepada dunia bahwa tak satu pun yang mampu memisahkan antara dirinya dengan kenikmatan saat ini.
Ketika sapaan kematian mulai datang berupa rambut yang beruban, tenaga yang kian berkurang, wajah yang makin keriput, barulah ia tersadar. Bahwa, segalanya akan berpisah. Dan pemisah kenikmatan itu bernama kematian. Hidup tak jauh dari siklus: awal, berkembang, dan kemudian berakhir.

Kematian mengingatkan bahwa hidup begitu berharga

Seorang hamba Allah yang mengingat kematian akan senantiasa tersadar bahwa hidup teramat berharga. Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman. Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam tumbuhan yang berharga. Dengan sungguh-sungguh. Petani itu khawatir, ia tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan.
Mungkin, inilah maksud ungkapan Imam Ghazali ketika menafsirkan surah Al-Qashash ayat 77, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia…” dengan menyebut, “Ad-Dun-ya mazra’atul akhirah.” (Dunia adalah ladang buat akhirat)
Orang yang mencintai sesuatu takkan melewatkan sedetik pun waktunya untuk mengingat sesuatu itu. Termasuk, ketika kematian menjadi sesuatu yang paling diingat. Dengan memaknai kematian, berarti kita sedang menghargai arti kehidupan.

sumber : dakwatuna.com
6:21 PM | 6 komentar | Read More

BERPIKIR POSITIF


Dalam bukunya Quantum Ikhlas, Erbe Sentanu menulis bahwa, nasib kita adalah hasil dari akhlak kita. Dan akhlak menurut Aa Gym adalah respon spontan terhadap kejadian. Respon itu suatu perbuatan, suatu action yang lahir dari pikiran. Kalau itu berpola, dilakukan berulang, setiap kali menghadapi kejadian, maka jadilah dia kebiasaan. Dan saripati kebiasaan kita itulah akhlak kita. Pikiran yang melandasi action diatas tentulah amat dipengaruhi oleh perasaan kita, tatkala menghadapi kejadian diatas. Kalau hati kita senang akan terlahir pikiran untuk mengungkapkan kesenangan itu. Sebaliknya kalau hati kita kesal atau marah maka akan lahir pikiran yang menolak kejadian itu.

Maka benarlah kata Erbe Sentanu, nasib kita amat ditentukan oleh akhlak kita yang dibentuk oleh kebiasaan kita, yang merupakan pola perbuatan kita yang didasari oleh cara berpikir kita. Dan pikiran kita itu dilahirkan dari bagaimana kita mengendalikan perasaan kita menghadapi setiap kejadian yang disajikan kehidupan bagi kita.

Cara berpikir kita akan amat mempengaruhi kwalitas hidup kita. Bagi mereka yang amat peka perasaannya, mudah tersinggung atau marah akan lahir pikiran yang reaktif, menolak atau menafikkan kejadian itu. Yang akan menimbulkan action yang tidak nyaman, baik bagi dirinya apalagi bagi orang lain. Dan kalau ini menjadi kebiasaannya, menjadi akhlaknya, maka dapat dipastikan dia akan lebih banyak hidup dalam kepahitan, kenestapaan, “misery”. Banyak hal demikian kita saksikan hari akhir-akhir ini disekitar kita.

Kalau mau hidup dalam kebahagiaan, mulailah dengan biasa mengendalikan persaan. Bangun rasa nyaman dihati antara lain dengan bersyukur dan mengingat Sang Pencipta yang menjadikan diri kita dan alam sekeliling kita. Yang dengan segala dinamikanya pasti menghadirkan berbagai macam kejadian. Dari rasa nyaman itu akan lahir pikiran aktif yang positif dan kreatif, yang akan menuntun alur berpikir mengambil jalan setapak proses berpikir yang runtut. Yang melangkah dari satu kebaikan kepada kebaikan berikutnya. Dari satu kenyamanan ke kenyamanan berikutnya. Yang akhirnya akan melahirkan imajinasi yang benar. Imajinasi, melihat apa yang kita pikirkan adalah hikmah. Yang dapat melihat manfaat dibalik yang mudarat, yang menghidupkan dibalik yang mematikan, yang menyenangkan dibalik yang menyakitkan.

Kita akan mampu memfokuskan pikiran kita pada esensi kejadian dan apa yang kita kehendaki dan menanggalkan yang tidak perlu kita pikirkan. Anak muda sekarang bilang EGP, Emang Gua Pikirin ? Pikiran kita kemarinlah yang membawa kita pada dimana dan dalam keadaan bagaimana kita pada hari ini. Dan apa yang kita pikirkan hari ini akan membawa kita kemana dan dalam keadaan bagaimana kita besok. Orang sukses amat ditentukan bagaimana jalan berpikirnya. Mulailah dengan membiasakan diri memikirkan semua hal yang baik, mulia, yang menyenangkan, yang positif. Khususnya yang dapat kita lakukan untuk orang lain, memudahkan urusan saudara kita. Menghangatkan yang kedinginan, mengenyangkan yang kelaparan, memberanikan yang ketakutan, melayani sebaik yang bisa kita layankan dan sebagainya. Dengan pikiran, tariklah kepada diri kita apa yang kita merasa pantas menerimanya. Bukan apa yang kita ingin menerimanya.

Kalau kita menghendaki kehormatan dan kemuliaan untuk diri kita maka hormati dan muliakan orang lain. Dengan demikian kita pantas menerima kehormatan dan kemuliaan itu. Kalau kita ingin pendapatan yang lebih besar, berperilakulah sebagaimana pantasnya seseorang yang telah mendapat penghasilan itu, walau saat ini kita mungkin belum. Cepat atau lambat penghasilah besar itu pasti milik kita. Mulailah dengan berpikir positif, cerdas dan kreatif. Nasib kita akan tergantung padanya. Selamat berpikir.



7:34 AM | 5 komentar | Read More

Kolumnis Paul Krugman Peroleh Nobel Ekonomi 2008


Paul Krugman yang selama ini dikenal sebagai kolumnis harian terkemuka The New York Times mendapatkan penghargaan Nobel Ekonomi tahun 2008 yang diumumkan Senin (13/10). Hadiah senilai 10 juta kronor atau lebih dari Rp13 miliar berhak didapatnya.
Ia dihargai atas analisisnya yang menjelaskan bagaimana skala ekonomi dapat berpengaruh terhadap pola perdagangan dan lokasi aktivitas ekonomi dilakukan. The Royal Swedish Academy of Sciences menghargai.. Krugman yang membuat formulasi teori baru untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terakit perdagangan bebas. Teori-teorinya menjelaskan pengaruh perdagangan bebas dan globalisasi dan dorongan urbanisasi. Teorinya menjadi dasar riset-riset baru dalam bidang ekonomi.
Krugman adalah profesor dari Universitas Princeton, New Jersey, AS. Sebagai ekonom, Krugman banyak memublikasikan makalah ilmiahnya dalam berbagai jurnal. Antara lain di Harvard Business Review dan Scientific American.

"Krugman bukan hanya seorang ilmuwan tapi juga seorang pembuat opini," ujar salah satu anggota komite Nobel, Tore Ellingsen. Ia mengatakan bahwa analisis Krugman mengembalikan ke perdagangan bebas dan tidak memberikan dukungan sama sekali terhadap proteksi.

Krugman juga terkenal sebagai kritikus pedas terhadap kebijakan pemerintahan Presiden George W Bush dan Partai Republik melalui tulisan-tulisannya di The New York Times. Ia juga menekan habis penadnagn John McCain, calon presiden AS dari Partai Republik terkait krisi keuangan yang tengah melanda AS dan berpengaruh ke seluruh dunia.

Ia menuangkannya dalam tulisan-tulisannya sebagai kolumnis reguler di harian The New York Times. Namun, ia juga memiliki blog yang diberi judul "Conscience of a Liberal" (Kata Hati Seorang Liberal).

Sumber klik disini


12:53 AM | 0 komentar | Read More

Belajar Hal Baru


Ada dua sikap yang sangat ekstrim yang perlu kita hindari agar kita bisa mengembangkan diri dengan tepat. Yang pertama adalah sangat menggantungkan diri kepada bakat. Ciri orang seperti ini ialah saat harus keluar zona nyaman, dia akan mengatakan, “Saya tidak berbakat.” Sikap yang kedua ialah mencoba mempelajari semua hal dan berharap menjadi ahli pada segala hal. Lalu sikap seperti apa yang benar?
Konsep NLP mengatakan bahwa tidak ada yang namanya bakat. Jika kita melakukan persis seperti yang dilakukan oleh orang lain, maka kita akan menghasilkan hasil yang persis sama. Yang dimaksud persis sama bukan hanya apa yang harus dilakukan tetapi juga bagaimana melakukannya. Oleh karena itu dalam konsep NLP dikenal dengan apa yang disebut model dan sub model. Yang perlu diketahui bahwa pemodelan ini bukan hanya pada aktifitas fisik, tetapi juga pada aktivitas pikiran dan emosi.
Terlepas konsep ini benar atau tidak, berbagai kasus sudah dibuktikan oleh para ahli NLP. Banyak contoh-contoh menakjubkan yang ditunjukan oleh ahli NLP seperti Anthony Robbins yang memperkuat pernyataan bahwa bakat itu tidak ada. Anda bisa mengasai keterampilan apa pun jika Anda tahu caranya secara persis. Meski ada juga hal-hal yang menunjukan bahwa ada suatu keterampilan atau kecerdasan bawaan, namun konsep ini bisa menjadi motivasi kita untuk mempelajari hal baru. Saat Anda tidak bisa mempelajari hal baru, kemudian gagal, jangan menyerah dulu, mungkin cara belajarnya saja yang salah.
Robbins yang bukan seorang militer tetapi bisa mengajarkan para penembak jitu di militer, caranya dengan mempelajari model dari penembak yang sudah mahir. Seorang siswa yang “bodoh” di sekolah menjadi sangat jenius setelah menemukan cara belajar yang dibimbing oleh Robbins. Hal ini harus menjadi mindset bagi kita bahwa kita sangat mungkin (jika tidak dikatakan pasti) untuk menguasai hal baru. Mulai saat ini, kita tidak perlu lagi mengatakan, “Saya tidak berbakat.”.
Namun hal ini bukan berarti kita bisa mempelajari dan menguasai semua hal. Bukan berarti kita tidak bisa menguasai hal baru karena kemampuan kita, tetapi kita tidak bisa menguasai semua hal karena sumber daya kita yang terbatas, terutama waktu. Waktu kita hanya 24 jam sehari, tidak ada yang punya lebih. Bisa mempelajari hal baru adalah motivasi bagi kita untuk menguasai satu hal baru, apa pun itu sesuai dengan minat dan keperluan kita.
Agar kita bisa menguasai secara penuh dan masuk ke jajalan 10% terbaik di dunia, kita perlu fokus menguasai satu hal. Anda perlu menjadi spesialis agar menang dalam persaingan. Kita tidak akan bisa menguasai segala hal (bukan karena kemampuan Anda) karena sumber daya kita terbatas. Jika sumber daya kita terbagi-bagi kepada berbagai hal, setiap bagian akan mendapatkan porsi kecil sehingga tidak akan optimal.
Namun fokus bukan alasan tidak mau beranjak dari status quo Anda saat ini. Fokus bukan alasan agar kita tetap berada di zona nyaman, tidak mau beranjak ke zona baru. Jika Anda ingin meningkatkan kualitas diri dan hasil yang dicapai, maka Anda perlu meningkatkan kemampuan Anda dan mempelajari satu hal baru lagi yang hanya akan menunjang keberhasilan Anda. Artinya Anda perlu keluar zona nyaman. Peluang baru memerlukan keahlian baru, keahlian baru akan menghasilkan peluang baru.



4:55 AM | 0 komentar | Read More

Martti Ahtisaari di Anugrahi Nobel Perdamaian 2008



Mantan presiden finlandia yang pada hari jumat 10 october 2008 di anugrahi Nobel Perdamaian 2008 itu memang dikenal sebagai pribadi sederhana. Kompas dan TVRI sempat menyaksikan sendiri keserhanaan marrti ketika menunggunya untuk wawancara khusus,diawal musim semi.september musim lalu.

Dia berkeyakinan semua konflik bisa diatasi. Dia juga yakin seorang mediator hanya perlu menyederhanakan masalah agar sebuah perundingan damai yang ditanganinya berjalan sukses.” jangan membuat masalah jadi rumit. Anda harus bisa menyampaikan masalah mana yang penting untuk diselesaikan,”katanya.
Selain di Aceh, Martti berhasil mengakhiri konflik di Namibia dan kosovo. Dia juga ikut dalam upaya mengakhiri konflik di irlandia dan irak.
Karena perannya sebagai juru damai di berbagai lokasi konflik dunia, martti di anugrahi nobel perdamaian 2008. Sebelumnya, awal bulan ini dia juga mendapat penghargaan dari UNNESCO karena telah membangkitkan hidupnya untuk perdamaian. Dia mengaku bekerja untuk proyek perdaamaian dunia bersama PBB setidaknya selama 30 tahun, sejak tahun 1977.

BIODATA

 Nama : martti ahtisaari
 Lahir : Viipuri,23 juni 1937
 Istri : Eeva Irmeli Hyvarinnen
 Anak : Marko Ahtisaari
 Jabatan : ketua dewan crisis management initiative
 Pendidikan :
 Lulus dari universitas of Oulu finlandia tahun 1959
 Menerima gelar doktor kehormatan dari berbagai Universitas di Dunia
 Karier :
  • Pernah menjabat sebagai duta besar finlandia untuk tanzania, mozambik, zambia, dan somalia dalam kurun waktu 1973 – 1976
  • Perwakilan kusus PBB untuk bekas yugoslavia
  • Presiden finlandia tahun 1994 – 2000
  • Utusan khusus sekjen PBB untuk kosovo tahun 2005
 Awards :
  • 2000: J. William Fulbright Prize for International Understanding
  • 2000: Four Freedoms Award
  • 2000: Hessen Peace Prize[23]
  • 2004: OR Tambo Award
  • 2008: Delta Prize for Global Understanding
  • 2008: Félix Houphouët-Boigny Peace Prize
  • 2008: Nobel Peace Prize
Dikutip dari: kompas, sabtu 11/10/2008 dan Wikipedia.


12:33 AM | 1 komentar | Read More

Hasan Muhammad di Tiro


Teungku Hasan Muhammad di Tiro (lahir di Pidie, 25 September 1925) adalah proklamator kemerdekaan Aceh pada 4 Desember 1976. Hasan Tiro sekarang ini menetap di Stockholm, ibu kota Swedia. Dia ikut keluar-masuk hutan bersama pasukannya pada 1976 untuk memisahkan diri dari Indonesia. Perjuangannya itu hanya berlangsung selama tiga tahun. Karena serangan tentara Indonesia yang tak tertahankan, ia mengungsi ke berbagai negara, sebelum akhirnya menetap di Stockholm, ibu kota Swedia. Setelah jatuhnya pemerintahan Soeharto, isu "Aceh merdeka" kembali menjadi sorotan dunia. Organisasinya (Gerakan Aceh Merdeka) muncul ke pentas internasional. Hasan Tiro pernah dan menandatangani deklarasi berdirinya Negara Aceh Sumatra, pada akhir 2002. Dia juga menandatangani surat perihal GAM yang dikirim kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan pada 25 Januari 1999. Dalam berbagai perundingan damai antara RI dan GAM, restu Hasan Tiro selalu ditunggu.
Pengakuan orang Aceh terhadap Tengku Hasan bukan hanya karena perjuangannya..Dalam tubuhnya mengalir darah biru para pejuang Aceh. Tengku Hasan lahir di Pidie, Aceh, pada 25 September 1925 di Tanjong Bungong, Lameulo, sekitar 20 km dari Sigli. Dia adalah keturunan ketiga Tengku Chik Muhammad Saman di Tiro. Hasan merupakan anak kedua pasangan Tengku Pocut Fatimah dan Tengku Muhammad Hasan. Tengku Pocut inilah cucu perempuan Tengku Chik Muhammad Saman di Tiro yang juga Pahlawan Nasional Indonesia.
Pada Januari 1965, Hasan menggagaskan ide Negara Aceh Sumatra Merdeka. Jadi, apa yang dilakukannya dengan memproklamasikan Negara Aceh Merdeka pada 4 Desember 1976 hanyalah kristalisasi dari ide yang sudah disosialkannya sejak 1965.

Biodata
• Nama : Teungku Hasan Muhammad di Tiro
• Lahir : 25 September 1925, Pidie, Aceh
• Orangtua : Pocut Fatimah (Ibu), Teungku Muhammad Hasan (Ayah)
• Istri : Dora (cerai)
• Anak : Karim di Tiro (Doktor Sejarah dan mengajar di AS)
• Alamat : Norsborg, Stockholm, Swedia

Pendidikan

• Fakultas Hukum UII, Yogyakarta (1945)
• Ilmu Hukum International, Univesitas Columbia

Pengalaman Organisasi

• Pernah aktif dalam Pemuda Republik Indonesia (PRI)
• Pernah menjabat Ketua Muda PRI di Pidie pada 1945
• Staf Wakil Perdana Menteri II dijabat Syafruddin Prawiranegara
• Staf penerangan Kedutaan Besar Indonesia di PBB
• Presiden National Liberation Front of Aceh Sumatra
• Dinas Penerangan Delegasi Indonesia di PBB,AS, 1950-1954
• Ketua Mutabakh, Lembaga Nonstruktural Departemen Dalam Negeri Libya
• Pernah kuliah di UGM Yogya
• Dianugerahi gelar Doktor Ilmu Hukum University of Plano,Texas
• Lulusan University Columbia dan Fordam University di New York

Karya-karya

• Mendirikan "Institut Aceh" di AS
• Dirut dari Doral International Ltd di New York
• Punya andil di Eropa, Arab dan Afrika dalam bisnis pelayaran dan penerbangan
• Diangkat oleh Raja Feisal dari Arab Saudi sebagai penasehat agung Muktamar Islam se-Dunia (1973)
• mendeklarasikan Aceh merdeka pada 4 Desember 1976
• 1976-1979 untuk melawan pemerintah Indonesia
• Artikel berjudul The Legal Status of Acheh Sumatra under International Law 1980
• The Unfinished Diary
• Atjeh Bak Mata Donya (Aceh Dimata Dunia)
• Terlibat sebuah "federasi" 10 daerah di Sulawesi, Sumatra, dan Maluku perlawanan terhadap pemerintahan Soekarno
• Menggagaskan ide Negara Aceh Sumatra Merdeka,1965


Artikel mengenai biografi tokoh Indonesia ini adalah suatu tulisan rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia.



8:39 AM | 1 komentar | Read More

Indahnya malam pertama


Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak Ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok Dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. .,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu

....jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju Kita...
Bagian kepala..,badan. .., Dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... . langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin...
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar...pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya.... . Tiba masa pengantin..
Menunggu Dan ditinggal sendirian...
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap Dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....
Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan... ..
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata...
Seolah barang berharga yang sangat mahal...

Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga...
Tapi....tapi .....sudah pantaskah sikap kita selama ini...
Untuk disebut sebagai ahli syurga

Baca jika anda ada masa /waktu untuk ALLAH.
Bacalah hingga habis.
Saya hampir membuang email ini namun saya telah diberi anugerah untuk membaca terus hingga ke akhir.

ALLAH, bila saya membaca e-mail ini, saya pikir saya tidak ada waktu untuk ini....
Lebih lebih lagi diwaktu kerja. Kemudian saya tersadar bahwa pemikiran semacam inilah yang ....
Sebenarnya, menimbulkan pelbagai masalah di dunia ini.

Kita coba menyimpan ALLAH didalam MASJID pada hari Jum'at......
Mungkin malam JUM'AT?
Dan sewaktu solat MAGRIB SAJA?
Kita suka ALLAH pada masa kita sakit....
Dan sudah pasti waktu ada kematian...

Walau bagaimanapun kita tidak ada waktu atau ruang untuk ALLAH waktu bekerja atau bermain?
Karena...
Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan sewajarnya mengurus sendiri tanpa bergantung padaNYA.

Semoga ALLAH mengampuni aku karena menyangka... ...
Bahwa nun di sana masih ada tempat dan waktu dimana ALLAH bukan lah yang paling utama dalam hidup ku (nauzubillah)

Kita sepatutnya senantiasa mengenang akan segala yang telah DIA berikan kepada kita.
DIA telah memberikan segala-galanya kepada kita sebelum kita meminta.

ALLAH
Dia adalah sumber kewujudanku dan Penyelamatku
IA lah yang mengerakkan ku setiap detik dan hari.
TanpaNYA aku adalah AMPAS yang tak berguna.

Susah vs. Senang
Kenapa susah sekali menyampaikan kebenaran?

Kenapa mengantuk dalam MASJID tetapi ketika selesai ceramah kita segar kembali?
Kenapa mudah sekali membuang e-mail agama tetapi kita bangga mem "forward" kan email yang tak senonoh?
Hadiah yang paling istimewa yang pernah kita terima.
Solat adalah yang terbaik.... Tidak perlu bayaran , tetapi ganjaran lumayan.
Notes: Tidak kah lucu betapa mudahnya bagi manusia TIDAK Beriman PADA ALLAH
setelah itu heran kenapakah dunia ini menjadi neraka bagi mereka.

Tidakkah lucu bila seseorang berkata "AKU BERIMAN PADA ALLAH" TETAPI SENTIASA MENGIKUT SYAITAN. (who, by the way, also "believes" in ALLAH ).

Tidakkah lucu bagaimana anda mampu mengirim ribuan email lawak yang akhirnya tersebar bagai api yang tidak terkendali., tetapi bila anda mengirim email mengenai ISLAM, sering orang berpikir 10 kali untuk berkongsi?

Tidakkah mengherankan bagaimana bila anda mulai mengirim pesan ini anda tidak akan mengirim kepada semua rekan anda karena memikirkan apa tanggapan mereka terhadap anda atau anda tak pasti apakah mereka suka atau tidak?.

Tidakkah mengherankan bagaimana anda merasa risau akan tanggapan orang kepada saya lebih dari tanggapan ALLAH terhadap anda.

Aku berDOA , untuk semua yang mengirim pesan ini kepada semua rekan mereka di rahmati ALLAH.




(kiriman dari teman)

5:31 PM | 4 komentar | Read More